Loading...

Suplemen Herbal Pereda Nyeri Ini Telah Membunuh 91 Orang

Banyak di antara kita yang memilih pengobatan alternatif, baik untuk penyakit yang populer maupun tidak. Alasannya, pengobatan alternatif dianggap lebih aman dan bebas dari efek samping.

Tetapi ternyata, banyak pengobatan alternatif yang belum diuji secara klinis. Bahkan beberapa di antara pengobatan berbasis tanaman herbal tersebut, bisa berbahaya termasuk mengancam nyawa.

suplemen pereda nyeri yang menyebabkan kematian

Salah satunya supleman pereda nyeri ini, yang ternyata telah menyebabkan 91 orang meninggal dunia. Dan tanaman sumber suplemen herbal ini, ternyata tumbuh subur di negara-negara Asia Tenggara. Apa itu?

Suplemen Pereda Nyeri Penyebab Kematian

Dikutip dari Daily Mail, pejabat kesehatan Amerika Serikat mengatakan, kematian akibat overdosis yang melibatkan suplemen herbal kratom mencapai 91 orang..

Sebuah laporan pemerintah yang dirilis Kamis mengatakan, kratom menjadi penyebab kematian di 27 negara bagian. Pejabat sebelumnya mengatakan, mereka tahu sebanyak 44 orang saja secara nasional.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit melaporkan, angka-angka terlihat setelah memeriksa melalui sertifikat kematian, dan laporan toksikologi dari periode 18 bulan.

Kratom berasal dari tanaman asli Asia Tenggara. Itu dijual dalam bentuk kapsul dan bubuk. Penjual suplemen ini mengklaim bahwa, suplemen itu membantu meringankan rasa sakit, kecemasan dan ketergantungan obat.

Tanaman kratom atau mitragyna speciosa tumbuh subur di negara-negara Asia Tenggara, seperti Filipina, Malaysia, Papua Nugini dan juga Indonesia.

Namun kratom dalam bentuk bubuk ini mulai menyebar di berbagai belahan dunia, termasuk Eropa dan Amerika.

Baca Juga:
Cari Obat Nyeri Sendi yang Ampuh dan Efektif? Minum Vitamin Ini
Obat Rematik Tradisional yang Ampuh dan Ada di Rumah Kita


Sementara badan POM telah melarang obat tradisional dan suplemen kesehatan berbasis mitragyna speciosa atau kratom untuk dikonsumsi.
Loading...

0 Response to "Suplemen Herbal Pereda Nyeri Ini Telah Membunuh 91 Orang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel